Hanya untuk mengingatkan saja bahwa penyembelihan hewan kurban secara syari'atnya dapat dan boleh dilakukan dimana saja, tidak harus ditempat pemotongan hewan atau lainnya tertentu. 

Dalilnya :

Musnad Ahmad 13974: Dari 'Atho' dari Jabir berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyembelih, bercukur dan duduk di hadapan orang-orang. Tidak ada yang bertanya tentang sesuatu melainkan (Beliau shallallahu'alaihi wasallam) menjawab, tidak mengapa, tidak mengapa. Sehingga seorang laki-laki datang kepadanya dan berkata; saya bercukur sebelum menyembelih? (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) bersabda: "Tidak mengapa". kemudian yang lain datang dan berkata; wahai Rosulullah, saya bercukur sebelum melempar (jumroh)? Beliau menjawab, "Tidak mengapa". Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "'Arofah seluruhnya adalah tempat wuquf, Muzdalifah seluruhnya adalah tempat wukuf, Mina seluruhnya adalah tempat menyembelih, dan ***setiap jalan di Makkah adalah sebagai jalan dan tempat menyembelih**".

Dari hadis diatas maka dapat diperoleh kesimpulan bila penyembelihan hewan kurban dapat dan boleh saja dilakukan disembarang tempat tanpa harus ditentukan secara khusus.

Untuk urusan syari'at, artinya kita bicara soal hukum agama. Dan bila sudah bicara soal hukum agama maka artinya kita bicara tentang kaidah boleh dan tidak boleh dilakukan menurut Allah dan Rasul-Nya alias terkait halal dan haram bukan lagi bicara tentang aturan manusia atau like or dislike emosional.

Mudah-mudahan dapat dipahami.

Adapun bila kemudian disepakati oleh semua pihak, baik ulama maupun umaro dan tidak dimaksudkan untuk meninggalkan nash agama serta tidak ada unsur pemaksaannya maka pemotongan hewan kurban ditempat tertentu seperti khusus penjagalan, tentu boleh-boleh saja.

 

Demikian.

Armansyah, Palembang.